10 TEORI PSIKOLOGI MENURUT AHLI



1.       TEORI PSIKOSOSIAL
Tokoh: Erik H.Erikson
a)                  perkembangan kepribadian manusia terjadi sepanjang rentang kehidupan
b)                  perkembangan kepribadian manusia dipengaruhi oleh interaksi sosial—hubungan dgn orang lain
c)                   perkembangan kepribadian manusia ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan seseorang mengatasi krisis yang terjadi pd setiap tahapan sepanjang rentang kehidupan.

2.       Teori-teori Kondisioning
a)                  Teori Kondisioning Klasik
                      Tokoh: Ivan Pavlov, John B. Watson
                      Perkembangan sebagai hasil belajar—asosiasi temporal antara dua peristiwa yang             terjadi secara simultan
                      Konsep: Stimulus Alamiah, Respon Alamiah, Stimulus Bersyarat, Respon Bersyarat, Generalisasi, Diskriminasi, Extinction,
b)                  Teori Kondisioning Operan/Instrumental
                      Tokoh: B.F. Skinner
                      Perkembangan ditentukan oleh reinforcement
                      Konsep: Reinforcement (+/-), Reward & Punishment

3                      Teori-teori Belajar Sosial Kognitif
                      Tokoh: Albert Bandura
Perkembangan manusia ditentukan oleh interaksi dinamis antara personal, perilaku, dan lingkungan
b)                  People are viewed as self-organizing, proactive, self-reflecting, and self-regulating rather than as reactive organism shaped by by environmental forces or driven by concealed inner forces
c)                   Human fundamental capabilities
1.                     Individuals have the capability to symbolize. By symbolizing their experience, people give structure, meaning, continuity to their lives
2.                    Individuals have the capability to learn from others. Observatiobal learning, Modeling, Imitation. Observational learning is governed by four component subfunctions: Attention, Retention, Production, Motivation
3.                    Individuals have the capability to plan alternative strategies-forethought
4.                   Individuals have the capabilty to regulate their own behavior-internal self-regulation. Subfunctions of self-regulation are Self Observation (self monitoring), Performance Judgement (referential comparisons), Self Reaction (self satisfaction, self worth, distress)
5.                    Individuals have the capability to self reflect-self efficacy

4.          Behaviorisme ( Tingkah Laku / Perilaku )
    Behaviorisme didasarkan pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati. Oleh karena itu aliran ini berusaha mencoba menerangkan dalam pembelajaran bagaimana lingkungan berpengaruh terhadap perubahan tingkah laku. Dalam aliran ini tingkah laku dalam belajar akan berubah kalau ada stimulus dan respon. Stimulus dapat berupa prilaku yang diberikan pada siswa, sedangkan respons berupa perubahan tingkah laku yang terjadi pada siswa. ( dalam Sukarjo, 2009 :33).
5. Kognitivisme ( Akal Pikiran / Otak )
Kerangka kerja atau dasar pemikiran dari teori pendidikan kognitivisme adalah dasarnya rasional. Teori ini memiliki asumsi filosofis yaitu the way in which we learn ( Pengetahuan seseorang diperoleh berdasarkan pemikiran ) inilah yang disebut dengan filosofi Rationalisme. Menurut aliran ini, kita belajar disebabkan oleh kemampuan kita dalam menafsirkan peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam lingkungan.
Teori Kognitivisme berusaha menjelaskan dalam belajar bagaimanah orang-orang berpikir. Oleh karena itu dalam aliran kognitivisme lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar itu sendiri.karena menurut teori ini bahwa belajar melibatkan proses berpikir yang kompleks.
teori kognitivisme pendidikan dihasilkan dari proses berpikir ( dalam Sukarjo, 2009 :50).
6. Konstruktivisme
dalam pandangan konstruktivisme sangat penting peranan siswa. Agar siswa memiliki kebiasaan berpikir maka dibutuhkan kebebasan dan sikap belajar ( dalam Sukarjo 2009 :56).
. Hal terpenting dalam pembelajaran adalah siswa perlu menguasai bagaimana caranya belajar. ( Novak dan Gowin,1984 ). Dengan itu ia bisa menjadi pembelajar mandiri dan menemukan sendiri pengetahuan-pengetahuan yang ia butuhkan dalam kehidupan. ( http: // mjescholl.multjay.com/ jurnal/item/36).
7. Humanistik ( Bakat )
Teori ini pada dasarnya memiliki tujuan untuk memanusiakan manusia. Oleh karena itu proses belajar dapat dianggap berhasil apabila peserta didik / sipembelajar telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan kata lain peserta didik / sipembelajar dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya .

0 komentar:

Post a Comment

Pengujung yang baik, pasti tidak lupa berkomentar. :)
Terimakasih.....