7 Danau Di Sumatera Utara

1. Danau Sidihoni


Pernah ke pulau samosir dan ke Danau Toba belum tentu tahu akan keajaiban yang satu ini, danau diatas danau, disebut dengan nama Danau Sidhoni.Sebuah ciptaan Tuhan yang pantas untuk dikagumi.
Berada di kecamatan pangururan, air danau ini sangat unik, karena air danaunya kerapkali berubah-ubah warna. Menurut warga sekitar perubahan warna tersebut belum diketahui, namun memiliki hubungan dengan setiap fenomena atau peristiwa di Indonesia. Akses menuju danau Sidihoni cukup menantang, karena pemerintah belum meyediakan sarana dan prasarana yang cukup memadai. Namun tidak perlu khawatir, kelelahan selama di perjalanan akan terbalskan dengan suguhan pesona manikam Danau Toba. Ditambah dengan kontur pegunungan dan pohon pinus disekitar danau yang hijau.

2. Danau Sicikeh-Cike


Secara administratif Taman Wisata Alam Sicikeh-cikeh termasuk Desa Pancar Nuli, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Propinsi Sumatera Utara. Pada umumnya keadaan topografi lapangan TWA Sicikeh-cikeh sebagian bergelombang berat dan sebagian bergelombang sedang dan ringan, dengan ketinggian antara 1.500-2.000 m dpl.
Keadaan vegetasi di TWA Sicikeh-cikeh merupakan hutan hujan tropis pegunungan dengan jenis-jenis tumbuhan antara lain : Samponus bunga (Dacrydium junghuhnii), Kemenyan (Styrax benzoin), Kecing (Quercus sp) dan Haundolok (Eugenia sp). Beberapa jenis satwa yang dapat dijumpai antara lain Beruang madu, Kambing hutan, Harimau, Babi hutan dan Rusa.
Di samping keadaan alamnya sendiri yang potensial sebagai tempat wisata juga terdapat beberapa obyek yang dapat dinikmati, antara lain : keindahan danau, gejala alam dan lain sebagainya. Beberapa kegiatan wisata yang dapat dilakukan antara lain adalah lintas alam, berkemah serta foto hunting. Hutan Wisata Sicikeh-cikeh, dengan potensi flora dan fauna yang dapat dijadikan sebagai laboratorium penelitian hutan. Keberadaan kawasan ini juga memberikan manfaat bagi penduduk sebagai sumber air resapan, bila dikembangkan akan menjai obyek wisata yang potensial pada masa mendatang. Kawasan ini juga mempunyai 3 buah danau saling berdekatan dan keadaan airnya yang tetap stabil. Konon menurut legenda, dulunya adalah 3 buah desa yang berubah menjadi danau akibat kutukan seorang ibu terhadap anaknya yang durhaka.


3. Danau Marsabut
 

Kabupaten Tapanuli Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kotanya ialah Sipirok. Kabupaten ini awalnya merupakan kabupaten yang amat besar dan beribukota di Padang Sidempuan. Daerah-daerah yang telah berpisah dari Kabupaten Tapanuli Selatan adalah Mandailing Natal, Kota Padang Sidempuan, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas Selatan. Setelah pemekaran, ibukota kabupaten ini pindah ke Sipirok.
Letaknya di atas gunung yang di beri nama Dolok Sipipisan. Danau ini memiliki keunikan tersendiri, dimana kalau pagi hari di permukaan air danau ditutupi kabut putih. Dengan luas yang hanya sekitar 3000 Km2 atau 3 hektare danau ini punya kelebihan tersendiri. Danau ini mempunyai luas yang hanya sekitar 3000 Km2 atau 3 hektare danau ini punya kelebihan tersendiri. Disekeliling danau merupakan hutan yang lebat. Tentu saja ini menambah keasrian danau.

4. Danau Linting
 
Mereka menyebutnya dengan nama sebuah keajaiban di puncak bukit kecil di desa Sibunga-bunga Hilir, Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Danau Linting berawal dari sebuah retakan dari peristiwa vulkanik, sehingga menyebabkan air danau linting hangat dan mengandung Belerang. Di sini, bisa dilihat kandungan belerang yang cukup tinggi. Aroma belerang cukup menyengat.

Terapi pemandian air hangat danau linting yang memiliki kehangatan sekitar 33-40 derajat celsius dengan airnya yang jernih  Suasana semakin indah dengan tumbuhnya sejumlah tanaman pohon menjuntai dan menggapai air sehingga semakin menambah indah panoramanya.

5. Danau Lau Kawar

Danau Lau Kawar adalah salah satu danau yang ada di kawasan ekosistem Leuser (KEL). Danau Lau Kawar yang berair kebiruan ini terletak di kaki Gunung Sinabung. Untuk menuju Danau Lau Kawar, dari Kota Medan menuju arah Brastagi. Dari tugu perjuangan di Kota Berastagi, kita berbelok kearah kanan menuju Kecamatan Simpang Empat. Menempuh jarak sekitar 30 Km dari Kota Berastagi dengan waktu tempuh sekitar 1 jam, melewati jalan Kabanjahe – Kuta Rakyat. maka kita akan sampai di Danau Lau Kawar, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Bila dari Kota Medan, Law Kawar terletak sekitar 69 Km dengan jarak tempuh sekitar 3 jam. Saat ini, jalan menuju Danau Lau Kawar sudah sangat mulus dibandingkan beberapa tahun lalau.
Danau seluas 200 Ha ini bila di bandingkan dengan Danau Toba, memang hanya 1/6 Danau Toba, namun pesonanya tidak kalah dengan Danau Toba. Menuju ke Danau Lau Kawar, bisa terdapat berbagai alternative angkutan umum dari Kota Medan, antara lain dengan Karsima, Sinabung atau Sutra. Dengan membayar Rp.6.000,-, kita akan di antar ke Danau Lau Kawar. Pemandangan pedesaan yang sangat khas akan kita temukan dari Brastagi ke Danau Lau Kawar, disamping kiri kanan, kita akan melihat tanaman sayur milik masyarakat, diselingi oleh kebun jeruk. Sepanjang jalan kita akan banyak berpapasan dengan kendaraan pedesaan berupa gerobak kayu yang di hela oleh seekor sapi. Angkutan ini biasanya membawa rumput, daun jagung, atau hasil palawija penduduk.
Terletak persis dikaki Gunung Sinabung, Gunung yang tertidur ratusan tahun dan bertype A sejak kembali meletus tahun 2010. Lau Kawar adalah pintu masuk menuju Gunung Sinabung. Karenanya lokasinya sangat eksotis. Memasuki pintu gerbang Lau Kawar, di sisi kanan danau terletak Deleng Lancuk atau Bukit Lancuk yang biasa menjadi tempat tracking, cukup banyak anggrek hutan yang bisa ditemukan di Deleng Lancuk. Sayang pacet juga cukup banyak, sehingga harus hati-hati apabila berminat melakukan tracking di Deleng Lancuk.
Sedangkan disisi kiri Danau Lau Kawar, terletak camping ground seluas 3 Ha, di sinilah para pendaki gunung mendirikan tendanya sebelum mendaki Gunung Sinabung. Pada setiap hari sabtu dan minggu, camping ground ini penuh sesak oleh tenda-tenda para pecinta alam, setidaknya 200-400 tenda berdiri di camping ground ini setiap minggunya, apalagi apabila libur semester, jumlahnya bisa meningkat. Apalagi kontribusi yang relative murah, yaitu sekitar Rp.2.500,- per tenda. Sayang hanya ada 1 kamar yang disewakan penduduk disini seharga Rp.25.000,- / malam. Maka alternative menginap di Law Kawar adalah dengan tenda di Camping Ground.
Setiap hari, masyarakat memancing ikan dengan sampan-sampan kecil di Danau ini. Umumnya, mereka kembali saat matahari turun di senja hari. Pemandangan nelayan yang kembali saat senja ini menjadi eksotisme tersendiri yang bisa dinikmati pengunjung Danau Lau Kawar. Untuk menikmati eksotisme Danau Lau Kawar, ada juga hiburan berupa menyusuri Danau dengan satu dua rakit yang ada disitu.



6. Danau Toba

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara  menarik wisatawan domestik maupun mancanegara

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.


7. Danau Siais

Danau ini dinobatkan sebagai danau terluas kedua di Sumatera Utara setelah Danau Toba  mencapai 4500 hektar. Terletak di 40 Km dari kota Padangsidimpuan.Tapanuli Selatan.
Alam Tapanuli Selatan tidak ada habis-habisnya menampilkan keindahannya. Kekayaan alam di daerah ini memang sangat berlimpah, sehi9ngga sangat layak untuk dikembangkan sebagai daerah wisata tujuan ke dua di provinsi Sumatera Utara.

Namun sangat disayangkan sekali, pemerintah belum benar benar mengelola baik sarana maupun prasarana Danau Siais. Sehingga cukuip membuat perjalanan anda akan sedikit terhambat, karena akses yang harus dilalui cukup sulit.


3 komentar:

  1. @ ViperGoy Blog
    yappp... sama-sama broh. :))

    ReplyDelete
  2. Wahh infonya keren. banyak Danau-danau yang belum saya ketahui di Sumut :D

    ReplyDelete

Pengujung yang baik, pasti tidak lupa berkomentar. :)
Terimakasih.....