Traveling Ke Banda Aceh





Apa yang anda pertama kali bayangkan ketika mendengar Aceh?
Banda Aceh, sebuah kota bersyariat islam yang terletak di ujung pulau Sumatera. Pada 2008 silam terkena bencana tsunami yang hebat. Namun provinsi ini kembali bangkit dan berjaya terlebih dibidang Pariwisata.

Ada sugesti diri yang hadir, keinginan berkunjung ke Banda Aceh. Berbekal koper! Dan akhirnya terwujud juga.

Ada sedikit perbedaan, kalau biasanya traveling ke daerah tujuan wisata lain maka anda jarang menjadi pusat perhatian. Beda bila di Banda Aceh. Dan saya merasakannya. Apa itu?

Simak selanjutnya. :p
First flight, agar tidak kesasar di kota orang. itulah alasan kami bangun pagi-pagi ke Bandara. Cukup membeli tiket seharga 550 ribu untuk sekali penerbangan.

Berangkat dari Polonia dan sempat delay beberapa jam terkatung-katung di airport bukan menjadi halangan berarti. Jiwa traveling lebih besar dari kebosanan. Hingga akhirnya announcement for departure mulai terdengar. And here we go!!

Bandara Sultan Iskandar Muda. Ornament khas kebudayaan Aceh menyelimuti hampir seluruh sudut bandara.

Saat itu saya berpakaian dengan leher V-Neck yang cukup terbuka, rambut pirang, dan celana putih pendek plus sepatu. Kami memilih berjalan untuk mencari hotel. Sepanjang koridor banyak mata tajam yang melekat seolah saya adalah barang langka. Wuts up man? haha
Usut punya usut, ternyata jarang sekali orang disana bergaya nyeleneh seperti itu. Semua harus sesuai dengan peraturan yang ada. Argh...!! Tetapi menurut bijak saya, dunia pariwisata itu bukankah harusnya terbuka? Intinya tidak berbuat kesalahan yang fatal. Back to the human error, baiklah mungkin saya yang salah kostum berwisata ke Banda Aceh.

Akhirnya kami menginap di hotel hermes, dengan tarif 650/malam utk double bed room. Karena esoknya harus check out dan back to Medan kami hanya booking room selama sehari.

Hotel Hermes, dimana-mana ada! kawan saya membuka pembicaraan. Hotel Chain...!! itulah dia. Ada banyak cabang namun dimiliki oleh orang yang sama.
Goods and Service, keduanya cukup dihandel secara profesional oleh hotel ini. Sebagai hotel berbintang dan bertaraf internasional hal tersebut sudah wajib rasanya. :)

Nah, road to Museum Tsunami. Museum yang mengingatkan kita tentang peristiwa keganasan alam. Yang meluluhlantahkan sebagian besar kawasan provinsi Aceh. Didalamnya terdapat dua ruangan terpisah, gemericik air seperti gelombang didinding bangunan mengingatkan betapa dahsyatnya laut kala tsunami, dan  banyak benda-benda sebagai history book of tsunami aceh menjadi suguhan memory. Bangunannya termasuk unik, kalau dari luar terlihat seperti sebuah kapal terbalik dengan atap yang seperti jaring-jaring.



Kalau malam tiba, saat untuk wisata kuliner!!
cobain deh mie aceh. walaupun di medan banyak yang ngejual. rasanya tetep beda cuy, yah... mungkin mie aceh di medan disesuaikan dengan lidah orang medan.


Masih banyak objek wisata lain di Aceh yang menarik.
nah...
yuuk berkunjung ke pariwisata Banda Aceh, see the history and enjoy it!!

Write By : Antonius Naibaho  

0 komentar:

Post a Comment

Pengujung yang baik, pasti tidak lupa berkomentar. :)
Terimakasih.....