Home » » Impian,emosi,dan duka yang berakhir

Impian,emosi,dan duka yang berakhir


by An'thony Riel Surya Naibaho on Thursday, October 7, 2010 at 12:58pm
 
Dia melangkah pergi,
Entah kemana,
Aku pun tak tau,,
Garis garis kesedihan masih tercoreng diwajahnya,,
Sisa tangis semalam pun masih jelas dikedua pelupuk matanya...

'mak,aku mau sekolah..'
Dengan hati hati dia bicara,
'ibu tak punya uang nak,buat makan aja susah,sudahlah. . .tamat SD pun sudah cukup''
'tapi bu,aku mau jadi pejabat,aku mau jadi orang terpandang''
'nak,hidup di negeri sendiri kita susah,nasib rakyat miskin tak pernah diperhatikan,pejabat makan uang rakyat,naik mobil kemana mana,gaji tinggi,ditambah dengan fasilitas yang sangat banyak,sedang kita..?mati segan,hidup tak mau..tak ada lagi keadilan''
Dia terdiam,
Pasrah,emosi


Ketokan pintu begitu keras,,
Dengan tertatih ibu yang tua renta itu bergegas,

Sayup sayup kudengar,
'benar ini rumah Amin Ikhlas?kami dari kepolisian,anak ibu telah membunuh anggota DPR,'

hening,
Ibu itu terkulai dan jatuh,matanya mendelik.
Allahualam,,
semua berakhir

Medan,
05 oktober 10

0 komentar:

Post a Comment

Pengujung yang baik, pasti tidak lupa berkomentar. :)
Terimakasih.....