Home » , » Wisata Budaya Batak Di Pulau Samosir

Wisata Budaya Batak Di Pulau Samosir

percikkan lagi masa dulu, saat adat istiadat masih menghentak di Tanah Batak. Sebab rindu ke masa itu takkan pernah surut seperti danau Toba.


Horas, nuansa budaya Batak begitu terasa erat merangkul, diatas sepotong Tanah surga, yaa.... pulau Samosir tepatnya diperbukitan menjulang diatas aek rangat, Pussuk Buhit. Asal muasal leluhur orang Batak yang kini telah menyebar keseluruh pelosok negeri.

Horas, fell the atmosphere of Batak Culture, hugging you on a paradise Island, sure..... Samosir, exactly Pussuk Buhit, bataknese believe that they comes from, till now days they have lived in every country around the world.

Ketertarikan saya akan budaya muncul sejak dilahirkan ke dunia, karena saya yakin bahwa orang yang berbudaya pasti beragama dan orang beragama belum tentu berbudaya. Lihat saja fakta bahwa begitu banyaknya umat yang tak leluasa beribadah, sembunyi, seolah kebebasan berTuhan tak bisa dimiliki oleh semua golongan. Fakta ini membuktikan betapa sedikitnya manusia yang berbudaya di muka bumi ini.

Budaya mampu menghantarkan kita pada peradaban masa lalu dan masa kini. Cipta, rasa dan karsa merupakan 3 komponen penting dalam kebudayaan yang mana dari ketiganya dapat kita nikmati baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kali ini saya ingin membawa anda para pembaca menghablur menjadi orang Batak, mengenakan ulos kebanggaan seraya mengucapkan Horas, menelusuri jejak sejarah dan budaya Batak di Samosir, pulau terbesar di kawasan danau Toba.



1. Tomok
Bila anda berkunjung ke Danau Toba melalui pelabuhan kapal very di Parapat. Saya yakin anda pernah menginjakkan kaki di Tomok. Sebuah pusat perbelanjaan terbesar di pulau Samosir. Tomok dikenal karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Parapat, bila anda naik very hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam saja. Tomok adalah destinasi wisata danau Toba disini kita bisa menemukan berbagai jenis souvenir berciri khas Batak. Salah satu kebudayaan Batak yang dapat anda saksikan adalah Sigale-gale, patung kayu yang menari berselempang ulos, Tabuhan musik tradisional khas Batak yang mengiringi gerak tangan dan tubuh Si Gale-gale membuktikan bahwa begitu kreatifnya orang Batak zaman dulu kala.

2. Museum Simanindo
Simanindo, ya.... menurut saya disinilah surga dari kebudayaan Batak. Lokasinya yang berada persis di tepi danau Toba ditambah kentalnya nuansa Batak di desa ini seolah menarik anda masuk menjadi halak hita (sebutan untuk sesama orang batak). Terdapat sebuah museum besar di desa ini yang bernama Museum Simanindo, menyimpan benda-benda pra sejarah orang Batak dari masa ke masa. Ukiran khas batak atau biasa disebut Gorga menghiasi setiap sisi dari bangunan ditambah keberadaan patung Sigale-Gale serta upacara adat yang biasa ditampilkan saat ada tamu berkunjung akan menghantarkan ada masuk kedalam peradaban batak yang sesungguhnya.

3. Desa Siallagan
Siallagan, sebuah desa budaya yang kerap dikunjungi oleh wisatawan terutama dari luar negeri. Salah satu daya tarik desa siallagan adalah pertunjukan ritual pemenggalan kepala. Ritual ini dulu kerap diadakan saat zaman hokum adat masih berlaku. Penggal kepala adalah hukuman bagi mereka yang melanggar hokum adat atau menyalahi norma adat istiadat Batak.

4. Hutatinggi
Diatas sebuah perbukitan pulau Samosir terdapat desa bernama Hutatinggi,  Parmalim, agama tradisional batak yang dicetuskan oleh Sisingamangara masih dapat ditemukan didaerah ini. Parmalim dipengaruhi oleh agama Kristen terutama katolik dan juga agama Islam.

5. Tugu
Tugu merupakan tempat penyimpanan tulang belulang bagi orang batak yang sudah meninggal. Tugu berbentuk bangunan besar dengan arsitektur yang sangat menarik. Untuk menyimpan tulang kedalam tugu maka sebelumnya diadakan ritual adat batak bernama Upacara Mangokkal Holi. Hampir seluruh etnis batak seperti Toba, Karo, Pakpak dll masih melakukan tradisi ini sampai sekarang. Tugu banyak ditemukan di daerah pulau Samosir, hal ini berkaitan dengan asal muasal orang Batak yang dipercaya berasal dari pulau yang terbentuk sejak 70000 tahun silam ini,



Masih banyak tempat menarik lainnya berkaitan dengan kebudayaan Batak, dilain artikel akan saya bahas lagi. Horas!! :)

Antonius Naibaho
pariwisata SUMUT
traveling MEDAN

2 komentar:

  1. ombang siboro, kadis pariwisata samosirJuly 15, 2014 at 9:22 PM

    Makasih pak Antonius naibaho, telah buatkan tulisan sangat bagus ttg kampung kita.

    ReplyDelete
  2. horas bapak Siboro, terimkasih sudah mampir ke blog saya.
    Sama-sama bapak, sudah tugas kita bersama :)

    ReplyDelete

Pengujung yang baik, pasti tidak lupa berkomentar. :)
Terimakasih.....